
Seekor kucing melihat bayangannya
di bawah sinar pagi mentari dan berujar,
“Aku akan mendapatkan kerbau untuk
makan siang hari ini”
*****
Dan sepanjang pagi ia pergi mencari kerbau.
Namun di siang hari, ia melihat kembali
bayangannya, dan berujar,
“Tikus pun tak apa”
(Di comot dari “song of the soul”nya Kahlil Gibran)
Ocehanku :
Oalah cing..cing.. dadi kewan kok ora nduwe prinsip… (emg ada hwn yg punya prinsip?) Kyknya si nggak ada deh
Tapi setidaknya si kucing tidak menyalahi kodratnya sebagai karnivora, karena di jaman yang sudah carut marut kayak gini, banyak kucing-kucing yang bermetamorfosa dari karnivora menjadi omnivora, yang lebih suka makan nasi + tempe goreng ketimbang seekor tikus gemuk tetapi dengan perburuan yang cukup melelahkan, yang lebih suka mencari makanan sisa di tong2 sampah ketimbang mencari tikus di kolong-kolong lemari atau di sawah-sawah pak tani, bahkan pernah ada kucing tetangga yang hobi banget makan kerupuk. Lha teruuss… Ntu cakar & taring fungsinya buat apaan??? Hiasan doank…
Mungkin kita dapat mengambil sedikit pelajaran dari pengalaman si kucing tadi. Terkadang mungkin kita terlalu idealis dan terlalu muluk-muluk dalam berharap sesuatu dengan tanpa melihat kapasitas dan kemampuan yang kita miliki. Kita terlalu berhasrat dengan sesuatu yang jauh dari jangkauan kita dan mengabaikan yang ada disekitar kita yang sebenarnya masih dapat kita jangkau atau malah sedang menunggu untuk kita renggut dan kita raih. Namun, karena terlalu lama kita abaikan, akhirnya teraih yang lain, dan menyisakan penyesalan yang mendalam, mengapa kita abaikan sesuatu yang sebenarnya dapat kita capai sedari dulu.
Akhirnya ketika benar-benar sadar akan kemampuan diri kita sendiri, kemudian setahap demi setahap kita akan menurunkan standar idealisme kita hingga mencapai suatu nilai yang sebanding dengan kemampuan dan kapasitas yang kita punya.
Seandainya si kucing menyadari akan kemampuannya sejak dini, pastinya pagi tadi ia sempat sarapan seekor tikus gemuk, dan mungkin sekarang sedang menikmati tidur siangnya diatas selembar keset, sambil bermimpi menikmati sepiring rendang kerbau..
Filed under: Seni Kehidupan, Song of the soul Ditandai: | Catatan
















.jpg)