Siang itu, di hari minggu, selepas berbenah & bersih-bersih kontrakan, seperti biasa akupun keluar untuk berkuliner siang, ku pancal si butut dan melesat pergi meninggalkan kontrakan menuju sebuah warung makan di ujung gang yang menuju kontrakanku. Sebungkus nasi rames dengan lauk ala kadarnya dan sebiji jeruk dengan cepat telah berpindah ketanganku setelah sebelumnya kusodorkan lembaran rupiah ketangan si empunya warung. Oh ya.. sebelumnya aku juga sempat memilih jeruk yang akan kuambil tadi, dan tentu saja aku juga mengambil jeruk yang terlihat matang, segar, dan cantik.
Sesampainya di kontrakan, tanpa menunggu lama langsung kusantap nasi bungkus tersebut, setelah selesai menyantap nasi, kini giliran ku buka si jeruk mungil tadi. Namun alangkah kecewa hatiku, ketika kubuka jeruk yang tampak segar & cantik luarnya itu, ternyata isinya busuk dan banyak ulat bersemayam didalamnya. Awalnya aku agak kecewa & tak percaya, mungkin benar jika dilihat dari nilai nya, itu memang tidak lah seberapa, hanya sebiji jeruk. Tapi yang membuatku agak sedikit berpikir keras adalah karena keanehan tersebut, kok bisa ya.. tampilan luarnya begitu bagus, tapi dalamnya busuk, hampir terlihat sempurna & tak ada cacat di kulitnya, sehingga tak mungkin rasanya jika ada ulat-ulat yang bersemayam di dalamnya.
Tapi setidaknya, dari sini sedikitnya kudapatkan 3 pelajaran berharga (menurut nalarku sebagai orang awam tentunya) yang dapat diambil dari kisah jeruk busuk tadi. Pelajaran yang pertama, adalah bahwa kita harus yakin dengan ketentuan-ketentuan Nya, termasuk rizki kita. Yakinlah bahwa rizki kita telah ditentukan oleh-Nya. Kita selaku mahluk-Nya hanya diberi kesempatan untuk berikhtiar & bertawakal saja, adapun selebihnya, itu Kehenda-Nya. Apabila sesuatu yang bukan menjadi rizki kita, sekeras apapun kita mengupayakannya, maka kita tidak akan pernah bisa mendapatkanya, sebaliknya jika itu memang telah menjadi rizki kita, pasti akan kita peroleh meski kadang melalui jalan yang tidak kita sangka-sangka. Namun sekali lagi kita juga jangan pernah berputus asa dalam berusaha, karena Tuhan pasti juga akan menilai usaha kita. Seperti halnya kasus si jeruk busuk tadi, meskipun saya sudah berusaha untuk memilih sebaik mungkin, namun saya tidak akan pernah tahu, jika nantinya itu tidak akan menjadi rizki saya di siang itu..
Pelajaran kedua yang kudapat dari kisah si jeruk tadi adalah bahwa terkadang tampilan luar tidak selalu berbanding lurus dengan isinya, terkadang suatu hal yang tampak indah luarnya, belum tentu indah pula isi-nya, kalau Si Tukul bilang sih ” Don’t Look The Book Just from the Cover” kira2 apa ya artinya..
marilah kita introspeksi diri kita sendiri, apakah tampilan luar yang kita perlihatkan, telah benar2 sesuai dengan inner kita.. Interospeksiii… Grakkk…
Pelajaran yang ketiga, yang ini agak berbau sains kayaknya.. sempat terpikir dalam benak saya, gimana caranya ya si ulat-ulat itu masuk kedalam buah jeruk yang secara fisik terlihat bagus dan tak ada cacat dikulitnya, bahkan masih terlihat begitu segar. Karena penasaran saya pun mencoba untuk mencari jawabanya dengan bertanya pada uncle google, dengan sedikit searching2 ketemu juga beberapa jawaban, meskipun saya sendiri masih belum yakin dengan jawaban tersebut, kira2 begini nih caranya : Bagaimana cara seekor ulat masuk ke dalam buah ? Mungkin Anda mengira ulat itu mengebor dari luar ke dalam buah. Ternyata tidak. Para ilmuwan telah menemukan bahwa ulat itu berasal dari dalam buah. Bagaimana ulat itu bisa ada di dalam buah ? Saat bunga masih kuncup/sedang mekar, seekor serangga meletakkan telur di dalamnya. Setelah buah mencapai kematangannya, telur itu menetas di dalam inti buah, lalu si ulat mulai memakan daging buah itu dan perlahan-lahan mencari jalannya sampai ia bisa keluar. Sedangkan versi yang kedua adalah bahwa si serangga meletakan telurnya di kulit buah, setelah telur menetas, kemudian ulat2 kecil akan masuk kedalam buah dengan membuat lubang kecil sebesar jarum dan kemudian bersemayam di dalamnya, namun saya masih kurang yakin dengan jawaban ini, tapi entahlah.. yang jelas ini benar2 menunjukan kepada kita, tentang Kemaha Besaran-Nya, betapa Ia adalah sebaik-baik Pencipta, Subhanallah.. Sebenarnya ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari hal-hal yang kadang kita anggap sepele disekitar kita, andai kita mau sedikit berpikir..
Filed under: Lain-lain, Renungan Jiwa, Seni Kehidupan, Uncategorized Ditandai: | Catatan
















.jpg)